Program Kelas Entrepreneur / Kuliah Karyawan / P2K Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali |
Beban studi dan masa studi yang harus ditempuh mahasiswa program reguler maupun Program Kelas Entrepreneur (Hybrid / Blended), mengikuti standar yang sudah ditetapkan pemerintah, yaitu : Permendikbudristek Nomor 53 Th 2023 (silakan klik) tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
| | Untuk | Beban Studi (SKS yang ditempuh) | Masa Studi | Lulusan SMA/SMU, SMK, sederajat melanjutkan ke S1 | Beban Studi = 144 - 148 sks | 8 semester | Lulusan SMA/SMU, SMK, sederajat melanjutkan ke D-III | Beban Studi = 110 sks | 6 semester | Lulusan D3, Politeknik, sederajat melanjutkan ke S1 | Beban Studi = 40 - 46 sks (Bila tidak sebidang ilmu ada Tambahan 2 - 21 sks) | 3 semester | Lulusan D2, S1, D1, Pindahan melanjutkan ke S1 | Dihitung dari sisa sks | Dihitung sisa sks | Lulusan D1, D2, Pindahan melanjutkan ke D3 (D-III) | Dihitung dari sisa sks | Dihitung sisa sks |
Status Mhs, Status Lulusan, Ijazah, Gelar
| ♥ | Lulusan dan mhs Program Kelas Entrepreneur (Hybrid / Blended) maupun Kelas Reguler ITB STIKOM Bali mendapatkan status, hak, ijazah, bobot / mutu, serta gelar yg SAMA. | | ♥ | Lulusan P2K ITB STIKOM Bali mendapatkan gelar berdasarkan jenjang studi serta jurusan/kelompok ilmunya, serta mendapatkan hak menggunakan gelarnya dan mempunyai hak utk meningkatkan studi ke jenjang yg lebih tinggi. | | ♥ | Ijazah dan Transkrip Akademik (Transkrip Nilai) Program Kelas Entrepreneur (Hybrid / Blended) dan Kelas Reguler adalah SAMA. Serta pada Ijazah maupun Transkrip tsb, tidak tertulis apakah Lulusan P2K ataukah Lulusan Perkuliahan Reguler. Disebabkan P2K yaitu Kelas Reguler dgn jadwal kuliah formal dan peserta kuliah formal yg berbeda. |
Sistem Studi
| ♥ | Dgn dilaksanakannya sistem studi secara kompeten membuat mhs kelas entrepreneur (hybrid / blended) yg mendapatkan kerja dng sistem penggantian waktu bisa tetap mengikuti proses perkuliahan dengan baik. Salah satu pelaksanaan dng kompetensi tinggi yg dimaksud adalah dgn menggabungkan Program Kelas Entrepreneur (Hybrid / Blended) dan Kelas Reguler. Dng metode tertentu, mahasiswa/i kelas entrepreneur (hybrid / blended) yg bekerja dengan sistem penggantian waktu dapat mengikuti kuliah formal di program lainnya. | | ♥ | Lulusan Program Kelas Entrepreneur (Hybrid / Blended) ITB STIKOM Bali mendapatkan keahlian memajukan sikap mental kompeten (expert) yg berorientasi pd pemecahan problem bertumpu alur berpikir-sistem; ; ahli mengembangkan kajian-kajian teoritis konsepsional mutakhir; mempunyai keahlian melakukan beraneka ragam penelitian dasar maupun terapan; mendapatkan keahlian penguasaan teori yg kuat juga penerapannya, dan keahlian profesional serta cara pandang yg terperinci. | | ♥ | Mahasiswa/i bisa menuntaskan kuliah tepat waktu disebabkan sistem studinya dilaksanakan dng kompetensi tinggi. Selain perkuliahan langsung bersama dengan dosen (profesor), sistem studinya juga dilaksanakan dgn menerapkan beraneka macam metode efektif melalui tugas khusus perorangan terarah, tugas kelompok yg komunikatif, dan diakhiri dng bimbingan pengerjaan tugas akhir / skripsi (S1) / proyek akhir (D3) yg terarah, terprogram serta terjadwal. Sistem studinya sangat pantas utk karyawan yg sibuk dengan kerjanya maupun bagi yg belum bekerja. | | ♥ | Utk mhs kelas entrepreneur (hybrid / blended) yg sudah bekerja diizinkan ketidakhadiran di perkuliahan dalam beberapa pertemuan, semisal mahasiswa/i tsb mendapat giliran lembur, atau kerja dengan sistem penggantian waktu, giliran kerja ke luar kota/negeri, dgn melalui metode tertentu. | | ♥ | Bobot / mutu Kurikulumnya didesain sedemikian rupa di samping bertumpu pd kurikulum nasional (KURNAS), juga bertumpu perkembangan ilmu, teknologi, serta seni, serta terhadap profesionalitas dunia kerja. Selain itu, kurikulumnya didisain dgn menggunakan Sistem SKS. | | ♥ | Lulusan Program S1 dan D3 Kelas Entrepreneur (Hybrid / Blended) ITB STIKOM Bali juga ahli aktif berperan-serta pada kelompok kerja; ahli berkomunikasi dgn para pakar pada bidang ilmu lainnya dan menerapkan bantuan mereka; ahli menerapkan secara efektif sumber-sumber daya yg ada; ahli memulai rintisan pembentukan unit wiraswasta disesuaikan dgn kelompok ilmunya, ahli mengikuti perkembangan baru pada kelompok ilmunya, menyelenggarakan penelitian, atau mengikuti jurusan di tingkat lebih lanjut. | | ♥ | Lulusan Program S1 dan D3 Kelas Entrepreneur (Hybrid / Blended) ITB STIKOM Bali ditargetkan utk menjadi Sarjana (S1) atau Ahli Madya (D3) disesuaikan dgn jurusannya, yg bisa mengembangkan identitas dirinya dengan bekal ilmu, teknologi, dan seni, agar ahli menyelesaikan masalah juga mengembangkan pengetahuannya. | | ♥ | Kompetensi lulusannya dalam hal menangani tiap masalah, ahli mengungkap struktur dan inti problem dan menetapkan prioritas tahapan-tahapan penanganan jalan keluarnya; mengetahui serta dapat menerapkan kegunaan teknologi informasi; bisa menerapkan ilmu; cakap dan terampil berdasarkan bidang ilmunya; dapat menyelesaikan masalah secara logika, menerapkan data/informasi yg disediakan; bisa menggunakan konsep-konsep utk menerangkan hal-hal yg tidak/kurang jelas; ahli mandiri dalam pekerjaan serta berupaya. | | ♥ | Semisal tidak lulus suatu mata ajaran (mata kuliah), mhs kelas entrepreneur (hybrid / blended) bisa mengulang mata ajaran (mata kuliah) di semester / periode berikutnya tanpa dibebani biaya tambahan. | | ♥ | Kompetensi dasar lulusan Program S1 dan D3 Kelas Entrepreneur (Hybrid / Blended) ITB STIKOM Bali adalah memperoleh bobot / mutu dan integritas intelektual; berdaya saing tinggi baik secara akademis maupun moral; ahli menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan; menyadari bahwa pengetahuan secara konsisten maju serta berkembang; ahli menelusuri dan mengisap informasi ilmiah; mengetahui cara serta bisa secara konsisten belajar. | | ♥ | Selain diperlengkapi dengan keahlian bekerjasama dalam tim, Lulusan Kelas Entrepreneur (Hybrid / Blended) ITB STIKOM Bali, demikian juga dibekali keahlian utk memahami ilmu terhadap etika, dibekali pengetahuan, etika akademik serta profesi, keahlian utk menerapkan teknologi informasi dan komunikasi utk kebutuhannya, keahlian memahami pengetahuan disesuaikan dgn kelompok ilmunya, juga diperlengkapi dengan keahlian serta keahlian utk mengelola tim/organisasi secara terperinci pada bidang yg berdasarkan bidang ilmunya. |
|
| |
| |